Tampilkan postingan dengan label organization. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organization. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Januari 2015

Urgensi Media dan Public Relations

Pembicara : Ipung Purwanto, S.Sos


Sebuah media dapat menjadi senjata, sahabat, maupun musuh. Ketika kita menguasai media, kita mampu melakukan apapun. Media diposisikan sebagai “padang bermata dua”.

Media merupakan cara yang efektif untuk membangun, menjaga, dan meningkatkan citra atau reputasi organisasi di mata stakeholder. Media juga sebagai perpanjangan tangan suatu institusi untuk berbicara dengan publik.

Cara meningkatkan hubungan menggunakan media :
1.      Mempunyai contact person
2.      Mengenal secara personal
3.      Kontak rutin
4.      Sampaikan informasi informal sebelum resmi
5.      Pelihara pertukaean informasi yang terbuka dan realistis



Fungsi media :
1.      Mendidik
2.      Mengawasi
3.      Menginformasi
4.      Menghibur
5.      Memobilisasi



Hal-hal penting public relations-media masa
1.    The editorial policy (Kebijakan Redaksional)
ketentuan yang disepakati oleh redaksi media massa tentang kriteria berita atau tulisan yang boleh dan tidak boleh dimuat atau disiarkan, juga kata, istilah, atau ungkapan yang tidak boleh dan boleh dipublikasikan, sesuai dengan visi dan misi media. Dalam media radio/TV, kebijakan redaksi soal penggunaan bahasa dituangkan dalam standar kata siaran. Di media cetak (suratkabar, majalah, tabloid), kebijakan itu dirinci dalam ”buku gaya bahasa” (style book) atau buku pedoman penggunaan standar kata/ bahasa untuk keseragaman penulisan. Gaya penulisan itu harus ditaati oleh wartawan agar terjadi keseragaman dalam teknis penulisan kata-kata, gaya bahasa atau kalimat, dan istila  (Salachuddin, 2008).

2.    Publication Frequency (frekuensi publikasi)
Artinya naskah publikasi dilakukan/diterbitkan setiap berapa kali per satuan waktu.

3.    Copy date
Yaitu batas waktu dan tanggal pemasokan berita ke media massa, termasuk untuk isu berita mendatang. Tergan­tung frekuensi dan proses pencetakan (Yusuf, 2011).

4.    Printing process
yaitu jenis pencetakan media massa yang digunakan seperti letterpress (relief), photogravure (intaglio), lithography (planografi), flexography,silk screen (stencil), offset litho atau cetak jarak jauh yang kini mulai populer di berbagai belahan dunia Yusuf, 2011).

5.    Readership profile
Merupakan bagian penting dari proses marketing untuk melakukan riset pasar dalam rangka membangun profil customers.

6.    Distribution method
Yaitu cara penyebaran media tersebut. Misahnya, dijual eceran di toko buku, eceran langsung di ter­minal, rumah ke rumah, atau berlangganan. (Jefkins, 1991: 94;1995:197-201 ; Yusuf, 2011).


*ditulis sebagai review materi dalam LKMM Dasar FSM Undip 2012 dengan penambahan referensi.
#Inggrit #Amedia #InggritAmedia #Social #Media #public #relation #PR

Referensi :
Salachuddin, M. 2008. Kebijakan Redaksional (Editorial Policy). https://olaholeh.wordpress.com/2008/11/12/kebijakan-redaksional-editorial-policy/. Diakses tanggal 13 Januari 2015.
Business Case Studies. Direct Marketing ; A reader’s case Study. http://businesscasestudies.co.uk/readers-digest/direct-marketing/readership-profile.html. Diakses tanggal 13 Januari 2015.
Yusuf, I.A. 2011. Pentingnya Media Relations bagi Sebuah Lembaga. https://bincangmedia.wordpress.com/2011/04/09/pentingnya-media-relations-bagi-sebuah-lembaga/. Diakses tanggal 13 Januari 2015.



Sabtu, 10 Januari 2015

7 Alasan Mengapa Staf Kamu Kabur



1. Tidak Dipercaya
Dalam sebuah organisasi, tentu ada pembagian job untuk menyukseskan proker yg disepakati dalam raker. Biasanya disebut penanggungjawab "pj". Jika organisasi itu ramping, artinya personil tidak terlalu banyak dan cukup untuk dijadikan pj, maka mininal setiap orang mendapatkan satu proker sebagai tanggung jawabnya. Tetapi apabila personilnya berlebih, kadang ada satu atau beberapa orang yang tidak mendapat proker yg dipjkan kepadanya. Alasan ini terjadi jika staf kamu bekerja apabila ada tugas atau karena dia dipercaya. Udah jelas staf kamu bakal kabur karena dia merasa tidak dipercaya. 


2. Susah move On
Organisator yang melanjutkan ke organisasi yang sama seperti tahun sebelumnya, alias udah tahun kedua staf kamu bekerja, mungkin dia akan membandingkan dengan kepengurusan tahun sebelumnya. Akan sulit bagi kamu untuk menarik dia jika kamu gak punya karisma atau semacam pengaruh supaya dia menyimpan perhatian. kamu ga mesti sama dengan pemimpin selanjutnya, lakukan dengan cara terbaikmu.


3. Gak nyaman 
cara memimpin, kurangnya wibawa, atau komposisi personil organisasi kamu yang kurang "pas" bisa menjadi padang pasir yang gersang buat staf kamu. bisa jadi juga karna kamu sosok yang cuek sehingga staf merasa kurang diperhatikan. atau proporsi antara yang senengnya ngomong sama yang diem-deim kerja kurang proporsional, menjadikan celotehan si seneng ngomong sebagai butiran debu di jalanan Semarang bagi si pendiem, dan diemnya si pendiem seperti organisme yang memfosil bagi si seneng ngomong. disini kamu harus bisa memancing bagaimana si pendiem akhirnya buka suara (misal dengan menanyakan pendapat dia) dan si seneng ngomong di rem dulu.


3. Kecewa
jangan menunda, itulah usaha terbaiknya. misal si Tralala (angkatan termuda dan baru tahun pertama) di organisasi kamu, dia kerjanya rajin, dan work oriented, segala instruksi dilakukannya. hanya saja dia tidak suka banyak bicara, hanya seperlunya. kemudian saat kepengurusan berakhir, si Tralala mendapat predikat staf terbaik. misal. ketika kamu berwenang mengusulkan nama calon pengganti kamu sebagai kepala atau ketua, sempat terlintas untuk memilih staf terbaikmu itu, tapi akhirnya kalah dengan berbagai alibi. kamu akhirnya memilih seseorang yang sama sekali belum sempat bekerjasama denganmu, karena rekomendasi rekan atau atasanmu. okelah disini kita minipolitik, tapi jangan menutup kesempatan/targetan/cita-cita orang juga ya. 


kembali ke alibi. misal anggapanmu bahwa dia work oriented, tidak pantas sebagai konseptor bla bla bla. padahal coba kamu berpikir kembali, mungkinkah dia sedang memposisikan diri sebagai staf, yang memang tugasnya dia adalah eksekutor, bukan konseptor. dia jadi staf aja melakukan yang terbaik, apa iya setelah dipercaya dia lepas gitu aja?
atau kamu berpikir bahwa staf kamu itu masih teralalu muda dan sebaiknya disimpan untuk tahun selanjutnya. hallo.. apa iya tahun depan dia masih melanjutkan? masih all out setelah kamu bumbui garam kecewa? tahun depan pas pemilihan lagi malah dibandingin sama yang lain? #entah


4. Kurang motivasi
alasan ini bisa terjadi jika staf kamu staf yang dipaksakan. misal gini, dia sebenernya pengen masuk ke departemen A atau B, terus diterimanya di departemen Z, ya kalo dia ga bisa terima, kamu harus terima resiko, toh itu bukan kemauan dia. kurang motivasi juga bisa terjadi karena akhirnya sataf kamu tau bahwa organisasinya ga seperti yang sempat dia bayangkan. misal, seseorang menganggap bahwa organisasi A adalah organisasi riset, tapi ternyata ga meriset. malah update status. misal. berkurang atau bahkan hilangnya motivasi karena rasa kecewa tadi. 


5. Minim panutan

ya, ini memang terlalu subjektif. tapi ini bisa menjadi satu kemungkinan. kamu bergabung kedalam sebuah organisasi yang orang-orangya peraih IP nulsako (Nul satu koma..), atau mungkin orang-orang yang hobinya turun kejalan yang katanya menyuarakan suara rakyat tetapi bertindak tidak merakyat, seperti bakar ban yang diguyur bensin, melakukan aksi saling hantan, polusi suara, menghambat lalu lintas, apalah itu.
ada juga diantara mereka yang masuk suatu organisasi karena ingin berkenalan atau lebih dekat dengan sesorang (dalam hal ini misal orang berprestasi, artis, dsb).



6. Terlalu sibuk

ada segelintir mahasiswa yang mengikuti banyak organisasi dengan dalih mencari pengalaman. tapi akhirnya gak kesana gak kesini. sulitnya membagi waktu menjadi persoalan yang umum, meskipun banyak pelajaran (dari manapun) tentang time management, ternyata aplikasinya tidak semudah teori.


7. Males
nah, kalo yang ini bisa muncul akibat akumulasi dari alasan-alasan sebelumnya. bisa karena dia tidak diberi kepercayaan, susah move on, gak nyaman, kecewa, kurang motivasi, minim panutan, dan akibat terlalu sibuknya beliau.




Sumber gambar :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7SLAZvD_PKrfl0hW2wW9YEREbxtpkm4hE-nRxVy4L5RShrOSodl-8cFD3CNHucDTNzWeveQdoDKcq-7zbyN1Jat1243bfqlTa4ao1N2ZnHa6WZALauIQPSGK6z8tl1UblQPblUUI5bw/s1600/kabur.gif

http://www.sootoday.com/userfiles/images/Miscellaneous%20Stock%20Shots/postponed.jpg

http://www.kyivpost.com/media/images/2013/01/05/p17g5o3r865f93qj1sc49i31hfm4/big.jpg

http://smelloflife.files.wordpress.com/2011/05/im-useless.jpg

http://image.slidesharecdn.com/foy-june-28-2013-130628225818-phpapp02/95/get-comfortable-with-uncomfort-1-638.jpg?cb=1372478550

http://www.nyunyu.com/medias/2013/09/39/images/Kenapa-Kamu-Nggak-Bisa-Move-On-.jpg

https://thisismybipolarlife.files.wordpress.com/2013/05/disappointment-expectation-reality.jpg

http://kabaremagazine.com/wp-content/uploads/2012/10/1012-Kondhang-Habibie.jpg

http://www.stewardshipoflife.org/wordpress/wp-content/uploads/2013/05/running-schedule-busy-clock-370x278.jpg

#Inggrit #Amedia #InggritAmedia #alasan #staf #kabur

Minggu, 13 April 2014

RISET UNDIP


Pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat  kata yang tak lekang oleh waktu, tak sirna oleh masa. Berdiri kokoh menjadi landasan bagi yang katanya perguruan tinggi. Singkat namun padat deskripsi. Bagi mereka yang bernaung di bidang riset dan pengabdian masyarakat, apakah pesan itu tidak cukup menantang?
Secara normatif kementerian Riset, lembaga riset fakultas, dan jurusan dibentuk untuk menunjang visi undip, menjadi universitas riset unggul 2020. Namun jika kita telaah lebih dalam lagi, lembaga-lembaga riset itu dibentuk karena kesadaran. Ya, kesadaran untuk mengimplementasikan landasan itu sendiri. Karena sesungguhnya riset adalah penting, dan untuk mengabdi kepada masyarakat kita butuh penelitian.

Ketika ditanyai mengenai “apakah kamu meriset di lembaga riset?” banyak dari mereka mengatakan tidak, mengapa, karena lembaga risetpun menjelma menjadi EO (Event Organizer). Sekarang coba diingat kembali, mereka yang masuk ke bagian PSDM, ya jelas mereka mengkader, mikat jelas menyalurkan minat dan bakat, dimas jelas terjun langsung mengabdi kepada masyarakat, ekobis jelas mencari sumber dana lembaga. Oleh karena itu, selain memberikan fasilitas riset, periset, dan meriset, lebih baik jika lembaga riset itu sendiri dapat menghasilkan produk dari hasil riset mereka. Dan kabar baik yang penulis dapatkan adalah anggota lembaga riset kini telah mengorientasikan kesana. RIC salah satunya.

Masyarakat FSM (Fakultas Sains dan Matematika) telah sadar akan posisinya sebagai fakultas sains, penelitian berkelanjutan, program pelatihan LKTI, dan kegitan “keriset-an” gencar diadakan. RIC sebagai satu-satunya lembaga riset tingkat fakultas diharapkan menjadi kiblat untuk seluruh lembaga riset jurusan di FSM. RIC menjalin hubungan dengan lembaga riset lainnya baik di fakultas, universitas, atau universitas lain sehingga terjalin sinergisitas. Lagi-lagi, apakah sinergisitas menjadi penting saat setiap elemen ingin menjadi kepala? Egolah yang menjadikan setiap elemen ini tidak dapat berintegrasi satu dengan lainnya. Disaat banyak ingin dan impian dari suatu lembaga, kemudian lembaga yang lainnya merasa paling tinggi dan harus diikuti, kemungkinan besar tidak dapat disatukan. Keduanya bertolak belakang. Namun selalulah ada jalan dari setiap konflik. Bukankah tujuan kita sama, membuat undip tersenyum? Tentu !


UNDIP KINI semakin menebar virus riset, lembaga riset diprioritaskan, bahkan birokrasi FSM mendukung setiap kegiatan riset mahasiswanya. Hal inilah yang mestinya dimanfaatkan, ketika dari atas sudah membukakan pintu, maka menjadi tugas lembaga riset adalah merangkul sebanyak mungkin masa untuk turut serta, sehingga kekuatan mencapai visi menjadi lebih besar. Tidak peduli dibidang apapun, lembaga riset manapun, tujuan kita adalah sama, maka bersatu akan lebih baik, jika tidakpun, kita akan sama-sama berjalan, meskipun dengan cara yang berbeda. \
#Inggrit #Amedia #InggritAmedia #riset #UNDIP

Sabtu, 12 April 2014

Kaderisasi Kini : Bukan Fisik TAPI Hati


Dunia perpolitikan kini semakin membingungkan, saling menjatuhkan dan semakin mengagungkan diri. Janji sampah, pencitraan tak berhenti namun tetap tanpa prestasi. Masyarakat dijadikan bingung dengan pemberitaan yang diada-ada, dan dijualbelikannya lembaga survey. Dari semua dilema itu ada satu hal yang masih menjadi tanda tanya mahabesar dalam benak saya, bagaimanakah cara yang tepat untuk mengkader dimasa kini? Entahlah!

Benar jika mengkader kini semakin sulit. Metode, konsep, langkah-langkah yang diatur sedemikian menjadi tidak relevan lagi untuk diaplikasikan. Saya pribadi menentang budaya turunan itu. Tapi bagaimana lagi, setelah dipertimbangkan lagi ternyata memang itulah satu-satunya cara yang paling berhasil.

Organisasi yang memiliki model seperti himpunan, badan eksekutif, rohis, atau kelompok studi sekalipun tentu membutuhkan kader untuk melanjutkan eksistensi mereka. Tentu saja mengkader adalah hal wajib. Permasalahnnya semakin rumit ketika si organisasi sudah tak mendapat restu birokrasi dan yang paling rumit adalah cara agar pengkader dapat bersahabat dengan yang akan dikader.

Sejak tadi siang setelah menghadiri acara keluarga Biologi benak saya masih saja tertuju pada satu scene, setelah sekian lama proses ppm selesai, sepertinya masih terpatri pengalaman 6bulanan itu. Image yang sempat diatur dulu ternyata masih membekas. Akhirnya si antagonis tetaplah antagonis. Bukan sekedar rasa bersalah, tapi ketakutan yang seingkali muncul secara tiba-tiba.

Jujur saja jika dulu boleh memilih, saya akan lebih memilih menjadi kakak pembimbing. Atau bahkan tidak terlibat sama sekali.  Mengapa demikian? Menjalankan peran itu sama saja dengan menabung dosa setiap detiknya. setiap perkataan yang saya ucapkan dan perbuatan yang saya lakukan untuk suatu tujuan tetentu bisa jadi bukan seperti yang mereka terima, sehingga muncullah respon respon negatif, atau bahkan kedengkian yang berakhir penyumpahan. Saya tak tau, dan sungguh itulah yang saya khawatirkan.

Kaderisasi harus tetap berjalan meski harus tergopoh dan semakin tak diterima. Salah satu cara yang mungkin bisa memperbaiki keadaan adalah menghilangkan budaya lama. Warisan lama yang “katanya” sudah baku dan tak dapat diubah, terpaksa harus dirombak. Mengapa tidak, itulah jalan satu-satunya. SDM kian berkembang, pikiran mereka tak akan sama sehingga tidaklah cocok dengan sistem kaderisasi yang kaku. Analaoginya seperti batang pohon, dia memiliki tekanan turgor, jika dindingnya tidak fleksibel maka tak akan sanggup menahan tekanan itu.

Saya sangat berharap kalian menemukan cara yang tepat bagaimana seharusnya kita mengkader. Tidak ada lagi sakit hati, tidak pula rasa bersalah. Itu tugas kita bersama, siapapun yang tau lebih dulu, silahkan bagikan, silahkan aplikasikan. Saya bangga melihat kalian lebih baik dari kami, melihat kalian lebih kompak dari kami, melihat bakat kalian lebih kece dari kami, melihat kalian berkembang, mendengar kehebatan kalian, menyaksikan semua itu adalah kebahagian adik-adiku.

Saya menyayangi kalian tidak terkecuali seorangpun...

Sungguh !


#inggrit #amedia #inggritAmedia #ppm #mahasiswa #baru #kaderisasi

Selasa, 26 Maret 2013

Press Release PKM School FPIK


12 Maret 2013

Dalam rangka pencapaian misi UNDIP 5 besar PIMNAS 2013, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) undip turut andil didalamnya. Kementerian riset Bem FPIK undip mempersembahkan acara PKM School 2013. PKM School merupakan serangkaian acara yang berlangsung mulai Maret hingga Agustus. Acara dibuka pada Senin, 11 Maret 2013 khusus internal (BEM FPIK & panitia kegiatan). Pada Selasa, 12 Maret 2013, Grand Opening PKM School pun diluncurkan untuk mahasiswa, khususnya mahasiswa FPIK dan beberapa undangan. Acara dimulai pukul 08.00-13.30 di dekanat FPIK Gd. A Lt. 3.

Tujuan diselenggarakannya PKM School adalah untuk menunjang visi riset Kemenriset Bem FPIK yaitu 100 PKM FPIK lolos didanai. Kedepannya, acara ini akan diadakan dua kali setiap bulan.

Pembawaan penyampaian materi terbilang menarik, pembicara tidak melulu komukasi satu arah, namun peserta dibawa untuk praktik secara spontan. Sebanyak 93 peserta yang mengikuti acara, tidak ada yang bisa hanya duduk manis. Semuanya hanyut dan aktif mengekspresikan idenya.

Acara ini patut diapresiasi, selain karena pembicaranya yang luar biasa, juga karena usaha pelaksana yang tidak bisa dianggap mudah. Slamet Budi Cahyo adalah pembicara itu. Beliau merupakan alumni FPIK UB yang kontribusinya disbidang riset tidak diragukan lagi. Dari juara 1 PIMNAS 2006, Out of The Box Axioo Intel Marketing Award (AIMA) 2009, dan karya ilmiah lainnya.



Minggu, 24 Februari 2013

Ceritaku tentang PPM (Pengenalan dan Pegakraban Mahasiswa 2012


Dasar teorinya sih gara-gara “sempet mebangkang” pas waktu maba, makanya Memo ditunjuk menjadi koordinator sie. Acara PPM 2012 ini. Sedikit kecewa juga, Memo ditunjuk gara-gara suatu alasan “pribadi”, tapi akhirnya Memo pilih job itu, niatannya agak jelek juga, adalah ingin membuktikan apa yang Memo ucapkan. Sekarang kan udah ga jaman lagi yang namanya kritis tanpa solusi, alias ngoceh TOK..

Nah, PPM itutuh dulunya disebut PMB (Pengenalan Mahasiswa Baru), kalo lebih dulunya lagi disebut OSPEK (apa ya singkatannya? Yg pasti ada orientasi orientasi gitu ya?, maybe). Di jurusan Memo sendiri, acara PPM biasanya warisan budaya yang kegiatannya itu-itu aja. Alibinya “ga bisa dirubah, itu udah ciri khas”, yo wes lah kalo gitu. #hanyapasrah dengan gejolak jiwa.. HAHA

Ko orang-orang pada aneh ya, pas tau kalo jumlah maba Biologi UNDIP tahun ini meledak. Memo? Biasa aja :D jadi ceritanya, jumlah maba tahun 2012 itu 126 orang. Emang banyak sih, sampe dibagi tiga kelas gitu. Tapi gausah dikagetin juga kali ya...

     Tema yang kami ambil adalah Glorious Biology. Intinys sih kita mau biar Biologi itu jaya (Glorious=kejayaan). Nah buat sampe disitu, ada stepnya, dari kata Glorious itu ada kepanjangannya---Get Started with Optimism, be Based on Morals and spiritual. Berat meeeeeen..Gapapa kan temanya kaya gitu? Mimpi gratis kali. Ko si bapak itu terus-terusan ga setuju sih? Why?

Sebelum jauh-jauh ke acara yang super duper itu, Memo kenalin nih pasukan relawan berbaik hati (panitia maksudnya)..

DAFTAR PANITIA PPM TAHUN 2012
NO
NAMA
JABATAN
1
Jepri Agung Priyanto
Ketua
2
Graha Permana
Wk. ketua
3
Fitria
Sekretaris 1
4
Ilma Kherasani
Sekretaris 2
5
Arina Aisyah
Bendahara
6
Inggrit Amedia
Koord. Sie Acara
7
Nuhaul Fatin
Sie Acara
8
Yuliandini Pangestika
Sie Acara
9
Monaliza Sekar R
Sie Acara
10
Maya Fitriana ilul F
Sie Acara
11
Tias Susiana
Sie Acara
12
Elisabeth Rani
Sie Acara
13
Argianti Wahyu
Sie Acara
14
Alamsyah Elang
Sie Acara
15
Shifa Aulia Husna
Koord. Sie PDD
16
Oktivani Dipika
Sie PDD
17
Dearesty Safirah
Sie PDD
18
Tyagita Andarani
Sie PDD
19
Nimas Ayu R
Sie PDD
20
Mangasa Tua P. S.
Sie PDD
21
Edi Purnomo
Sie PDD
22
Nurrahmah Azizah
Sie PDD
23
Alyda Aliyah R.
Sie PDD
24
Evi Ari Parfiyanti
Sie PDD
25
Nuke Nurhidayati
Koord. Sie Konsumsi
26
Asih Rismiarti
Sie Konsumsi
27
Riza Laksitadevi M
Sie Konsumsi
28
Mitra Waty
Sie Konsumsi
29
Nabila Khalida
Sie Konsumsi
30
Fatmawati Munir
Sie Konsumsi
31
Tika Andriani
Sie Konsumsi
32
Ruri Twantika U.
Sie Konsumsi
33
Ririn K
Sie Konsumsi
34
Wulan T.
Sie Konsumsi
35
Regita Andriani
Koord. Sie Humas
36
Desi supriati
Sie Humas
37
Wiatri Larasati
Sie Humas
39
Amalia Aininnur
Sie Humas
40
Linda Safitri
Sie Humas
41
Hadyani Millati H
Sie Humas
42
Norma Sainstika P
Sie Humas
43
Ayu Hanitya
Sie Humas
44
Siu  S Saratu Langden
Sie Humas
45
Nabila Swarna
Koord. Sie Perkap
47
Solifa Sarah
Sie Perkap
48
Ruli Nurhidayati
Sie Perkap
49
Samsul Rizal
Sie Perkap
50
Vita
Sie Perkap
51
Amirudin
Sie Perkap
53
Solikhah
Sie Perkap
54
Puspasari Noerwan
Sie  Perkap

Ahmad Afandi
Sie Perkap
34
Cintia
Sie Konsumsi
55
Mentari P Pratami
Koord. Sie Danus
56
Desi Wulandari
Sie Danus
57
Oktavia Dewi C
Sie Danus
58
Masfuroh
Sie Danus
59
Hajar Sokmawati
Sie Danus
60
Wulan Tri Lestari
Sie Danus
61
Ruri Twantika Ulfah
Sie Danus
62
Isyarotuzzakiyyah
Sie Danus
63
Fatkur Rozi S.
Sie Danus
64
Meiza Hayyu Putri
Sie Danus
65
Ani Mey Hartati
Sie Danus
66
Indra Prawira
Sie Danus
67
Hesti

68
Kunta Adi Tetuko
Koord. Sie P3K
69
Roseliana Fitri
Sie P3K
70
Nurindah Apriliani
Sie P3K
71
Edwin Nurimansyah
Sie P3K
72
Gabriella Christy S
Sie P3K
73
Retno Puspitasari
Sie P3K
74
M. Khanif Nasukha
KOMDIS
75
M Amal Nurhakim
KOMDIS
76
Maerani
KOMDIS
77
Dewi Pusari
KOMDIS
78
Adriamin Aziz A.
KOMDIS
79
M.Eka
KOMDIS


Panitia yang sedemikian banyaknya sempet dikomen sama PD III juga, katanya “ini panitia apa mau reunian?” hahaha.. si bapak kaya ga pernah muda aja #loh? Tapi gapapa, semuanya emang keren & kece dah pokoknya.
Nah, itu tadi panitia udah, nih Memo kasih selayang pandang kegiatan dulu ya..

 Selayang Pandang
Kami mengusung tema besar GLORIOUS BIOLOGY. Secara harfiah GLORIOUS berarti Kejayaan. “Get Started with Optimism, be based on Religious and Morals” merupakan penjabaran dari tema tersebut. Menyandang tema tersebut diatas, kami berharap jurusan Biologi dapat bangun dari segenap keterpurukan dan berjaya. Komitmen dari sie. Acara sendiri adalah membentuk mahasiswa baru yang beragama dan bermoral.
Optimisme merupakan sikap awal yang harus tertanam pada diri setiap mahasiswa. Perjalanan akan lebih panjang saat optimisme dibangun. Tidak ada yang tidak mungkin sekiranya setiap pribadi memulainya dengan optimisme. Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwasanya sikap tersebut sedikit dimiliki oleh mahasiswa Biologi. Oleh karena itu, kami merasa penting untuk menumbuhkan optimisme dikalangan mahasiswa biologi. Kita perlu bersama-sama meykinkan mahasiswa baru bahwa sejatinya Biologi merupakan pilihan yang tepat.
Sebagai manusia yang selalu butuh untuk menyempurnakan diri, maka agama dan moral menjadi bekal yang mesti dikuatkan. Dengan meneguhkan hati pada agama, maka seseorang akan mempunyai arah dalam hidupnya. Agama akan senantiasa mendorong untuk selalu optimis terhadap segala macam bentuk kehidupan. Percaya kita bisa, berarti telah mempercayai adanya Tuhan.
Namun dewasa ini, semakin kita dimanjakan dengan instanisme, berbanding lurus dengan tingkat merosotnya moral. Tidak sedikit pribadi yang dia cerdas namun tak bermoral. Kita adalah pemimpin masa depan, betulkah? Pasti! Sebagai pemimpin tentunya harus bermoral. Mau dibawa kemana bangsa kita, saat pemimpinnya tak bermoral.
Banyak sekali pelajaran yang diajarkan dari sejak sekolah dasar hingga bangku perguruan tinggi. Peserta didik diorientasikan pada berbagai materi untuk mencerdaskan. Pendidikan moral sendiri sedikit terabaikan. Merasa pendidikan moral adalah penting bagi mahasiswa, maka pada Penerimaan Mahasiswa Baru 2012, disertakannya pendidikan moral ini merupakan langkah yang dirasa tepat.

ttd. 
Koord. Sie Acara

nah, udah kenal kan sama Glorious Biology, sekarang kegiatan yang kita kerjain selama 5 bulan kemaren itu, mau tau? nih :


















langsung ke TKP aja yo...
The first mission is... nyambut mereka yang dapet SNMPTN undangan di Profsoed. Disitu kita mesti nyiapin “papan identitas”, amplop yang isinya stiker, gantungan kunci, MMT di depan HMB, terus disitu ada MQ : Motivation quotes  yang salah satunya ada tulisan “BANGGA JADI ANAK BIOLOGI”. Yang paling banyak kerja disini si mas super Jepri Agung Priyanto. Sang ketua panitia terbaik yang pernah Memo tau. Disini kita kejebak gerimis *kalo ga salah sih.. tapi misi ini bisa dibilang sukses. Soalnya sekitar +- 2maba yang gak kejaring (WHAT? Kejaring? Kaya ikan aja).  Eh belum bisa dinilai deh, misi ini harus bersambung. Kita belom nyambut yang SNMPTN tulis, tentunya lebih banyak dong orang yang mesti dijaring. Yap! That’s right ini butuh nurunin pasukan lebih dari yaang sebelumnya. Intinya sama aja, kita sukses.
The second mission... Pengenalan Biologi, nah kalo yang ini, kita ngadain semacem acara di ruangan gitu. Teknisnya, panitia mesti nyiapin kaya semacem MC, peregistrasi, operator, korlap ruangan, sama korlap luar ruangan.

Susunan Acara
10.45-12.15     pengenalan jurusan progran studi, kurikulum, prospek kerja
                        (ketua/sekretaris/prodi/dosen wali)
11.25-13.00     ishoma
13.00-13.20     sambutan
                        1. sambutan ketua panitia
                        2. sambutan ketua HMB
13.20-14.10     pengenalan biro
                        1. 13.20-13.30             HALIASTER
                        2. 13.30-13.40             NICHE
                        3. 13.40-13.50             FOSTIBI
                        4. 13.50-14.00             BCM
                        5. 14.00-14.10             KMPL
14.10-14.30     Pengenalan panitia PMB
14.30-15.45     Peran Almuni
15.45-16.00     penutupan

Evalusi tiap sie.
Sie acara :
-          Molornya acara
-          Kerja panitia ga sesuai jobnya
-          Pentingnya rapat
-          KRS, diluar dugaan

Sie. Konsumsi :
-          Bingung, simpangsiur mengenai konsumsi apakah dari fakultas?

Sie. Perkap :
-          MMT dan taplak yang tidak sempat dipasang karena pergantian ruangan yang tidak serempak

Sie. P3K :
-          Belum bisa beli obat.

Sie PDD :
-          Lancar, terdokumentasi dengan baik
-          Foto-foto yang terdapat dibeberapa kamera harus segera disatukan kedalam satu file.

Evaluasi buat keseluruhan acara yang satu ini,
1.      ruangan yang kurang kondusif, mengingat banyaknya orang yang ada di ruangan.
2.      saat pengumuman pembagian dosen wali, maba diinsruksikan untuk pindah sesuai dosen wali-nya, problemnya kembali ke alasan pertama.


The tird is.. PUSAKA (pinjaman buku warisan kakak)
Kalo yang ini simple aja, jadi disini kita nyari buku ajar dari kakak angkatan, nah disesuiain sama makul yang mereka ambil di smt pertama, selebihnya, mereka bisa fotokopi..#ups
Tujuannya mulia looo.. kita mempermudah mereka yang dasarnya masih awam sama kultur kampus, biar bisa lolos dari seleksi alam :D


The fourth is... Halal Bi Halal..

Yang ini pastinya dilaksanain atas dasar telah dilewatinya bulan Ramadhan. disini kita ngumpul se-keluarga Biologi, dari mulai mahasiswa, staff, sampai dosennya diundang disini (diundang looo, yang dateng cuma segelintir..haha). kita ngadain HBH ini hari Jumat, 14 September 2012 di Aula Dekanat FSM UNDIP. buat ngadain acara ini, kita joinan sama biro FOSTIBI yang kebetulan adalah biro rohisnya Biologi. but actually, acara ini masuk ke prokernya FOSTIBI itu.. 
Faktanya, kita ngalamin beberapa problem di teknisnya. Ini buat evaluasi ajadah. Yang pertama, sang ketua panitia kegiatan yang tiba-tiba ngilang (konyol). Jadi yang harus handle si Mas Jepri. Nah, untuk orang yang sempet Memo singgung sebelumnya, doi bener2 super duper sabar dah. Untungnyaaaaa punya ketua panitia dia..hehe.
Yang kedua, gara-gara joinan, jadi kita saling lempar job, contohnya yang humas, nah gara-gara saling mengandalkan ini, kita dapet ijin ruangan mepet banget, alhasil yang perkap Cuma punya waktu sedikit buat nyiapin semuanya. Memo kasih tau niya ruangan baru dibuka saat undangan udah pada dateng. Bayngkan!
Yang ketiga, gak slese disitu aja nih sob, jadi pas ruangan udah dibuka, panitia kan mestinya langsung gece natain segala macem, #mestinya. Eh ini, ada aja yg ketawa-ketiwi, senyum manis gitu.. hahaha. Kalo diinget lagi, pegen ngakak deh rasanya. Koplak.
Emang sih, yang dateng nelat-nelatin diri, tapi akhirnya, sampe kekurangan tempat. Kita bersesak ria deh disana. :D. Thanks all.

The fifth is... Biology Greeneration’s Book. Nah kalo yang ini seringnya disebut buku ijo atau GB. Buku dari jaman baheula sampai taun ini yang mesti ada di rangkaian acara pmb (ppm -sekarang). Ciri khas ;-)
Yang sering dikeluhin sama maba? Yang inilah..haha jadi ceritanya, GB itu bener-bener nyita waktu, gimana ngga coba. Proyek ini dikenalin di awal-awal PPM, jalan teru sampe akhir PPM. Dan ini pula yang dijadiin salah satu kriteria mereka pantes diaktualisasi..uluh uluuuuh..

















#inggrit #amedia #inggritAmedia #kaderisasi #PSDM #mahasiswa