Minggu, 12 Oktober 2014

Sewinduku, Seminggu Itu



Kusaksikan, dengar, kualami
Saat dimana ucapan adalah sumpah serapah, atau deru caci maki kekesalan
Atau sentuhan tangan terdorong luapan emosi
Atau perhatian yang membekukan gerak
Atau janji-janji tambah imbuhan an
Pilih selesai tidak salah bukan?

Semerbak wangi muncul 
Dari bunga bunga taman yang mekar
Bukan, dari parfum semprot mawar botolan
Titipan salam itu, kini tak kurang dari 30 cm jarak jauhnya
Senyum bocah dulu, kini tawaan lepas sampai sakit kulit tawanya
Asap yg kubenci, asap yang harus kuhargai

Tutup telinga dari rayuan berkedok selamanya
Janji masa kini sulit dipahami
Bersama dulu jadi bom waktu
Tinggal lempar hancurlah semua

Wanita surga katanya, wanita air mata dengan ingus dihidungnya
Taulah akhirnya dia, tinggal pergi saja
cukup sampaikan maaf dan semangat kemudian berlalulah

Kau mendengar bukan
Ada yang bicara selain lisan
Mengatakan ketidaknyamanan
Merindukan dirinya sendiri
Mencari dan berharap ia kembali
Dari negeri batas aturan dinding besi

Dia hapus dinding besi lewat ucap
Berbalik merenggut dunianya
Kawan main dan asap kesayangan 
Takkan siap dia tinggalkan
Berlalu menggulung waktu

Sewinduku, seminggu itu

note 25 September 2014


#Inggrit #Amedia #InggritAmedia #puisi #sewindu #seminggu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar