Selasa, 23 Juli 2013

LIVES, untuk Hidup dan Demi Kehidupan


Kawan, betapa beruntungnya bisa hidup dan merasakan kehidupan. Ditengah keberlimpahan, diantara keramaian satu ke keramaian yang lainnya, dan diantara hiruk pikuk yang tak pernah akan ada habisnya.
Begitu beruntung orang yang dapat hidup meskipun hanya beberapa, beberapa detik, menit, hari, dst. Bagi mereka yan dari alam rahim saja disudahi.
Begitu beruntung orang yang dapat merasakan masa kecil, dikelilingi haru keluarga berhias senyum atau bahkan tangis bahagia. Karena disudut lainnya, banyak mereka yang menghembuskan nafas terakhir tak lama setelah tangis pertamanya.
Begitu beruntung orang yang dapat merasakann masa remaja,mereka menjalin persahabatan, tertawa lepas, dan menangis sejadi-jadinya, sementara banyak mereka yang semakin hari semakin pupus karena busung lapar menimpanya, kanker menggerogotinya, sampai luka batin terus menyerap aura keindahannya.
Bersyukurlah bagi kita, yang pada detik ini masih mampu bernafas, oksigen dan kabondioksid saling bertukaran dalam arteri kita. Merasakan segarnya pagi hari, menikmati teriknya siang, dan meresapi sunyinya malam. Sungguh, siapakah Sang Pengatur kehidupan yang demikian kompleksnya jika bukan karena-Nya. Allahuakbar.
Alangkah variatif lingkaran kehidupan ini. Satu titik mungkin sangat lembut, anak yang dimanjakan, ibu yang disayangi, nenek yang menikmati ketenangan dan menuai emas di hari tua.
Titik lainnya bisa jadi lembbut namun bermotif. Anak-anak yang menyusuri sungai untuk bersekolah dengan wajah riang dan hati yang ikhlas, sepasang suami-istri yang mesti mengangkat kenyaman dari kasurnya untuk beranjak menuju pasar demi mengais rejeki dengan tulus, dan kakek yang masih pergi ke sawahnya untuk memastikan semua petak sawah miliknya dirawat dengan baik.  
Berikutnya adalah titik hitam yang diperkenalkan kehidupan kepada manusia. Banyak orang yang menjadi pilihan, mereka yang terlahir ditengah kebencian dan dan ketidakinginan, wanita yang berkehidupan dikala malam, laki-laki yang harus berjalan ribuan kilo demi menafkahi keluarga, ibu yang menual keringatnya untuk menyekolahkan putranya, pak tua renta yang masih harus mencangkul sawah padahal bukan tuannya, mengembala yang bukan miliknya, atau mereka yang berada dijalanan bertemankan debu-debu dan asapa kendaraan dengan tangan yang selalu dibawah?
Tak akan bisa terdeskripsikan semua yang ada dalam kehidupan ini. Semuanya sagat kompleks antar manusia satu dengan yang lain. Tetapi hal hal itu tidaklah perlu dipermasalahkan, yang menjadi pertanyaan besar adalah adakah yang bisa menjamin kebbahagiaan kita? Sedangkan dunia hanyalah semu tanpa kita sendiri yang harus memperjelasnya. Jika kehidupan adalah sebuah jalan, maka semuanya pasti melalui titik start dimana dia memulai kehidupan, setiap langkah akan ditemukan cabang jalan baik kekiri maupun kekanan, langkah – langkah berikutnya akan terus dan terus kita temukan permbagian, kanan, kiri, atau lurus, kita sendiri yang harus memilih, tidak ada yang salah dengan apa yang kita pilih, kemanapun itu, tetaplah lakukan yang terbaik dan jangan terlalu menghiraukan untuk menjadi yang terbaik, itu adalah bonus atas apa yang kita usahakan. Begitulah, life is choice guys!




#inggrit #amedia #inggritAmedia #cerita #bersyukur #hidup #kehidupan #lives

Tidak ada komentar:

Posting Komentar