Sabtu, 23 Februari 2013

PIDATO DAN PRESENTASI ILMIAH


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam dunia akademik, semua pihak yang terlibat harus melakukan penyampaian lisan. Penyampaian lisan menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai gagasan. Seorang pemimpin, dari Rektor sampai dengan Kepala Laboratorium harus melakukan berbagai penyampaian lisan. Paling tidak dalam menyajikan program-program kerjanya. Seorang dosen pun hampir setiap saat harus melakukan penyampaian lisan, baik ketika mengajarkan mata kuliah maupun ketika mempresentasikan proposal dan hasil penelitiannya. Demikian pula dengan mahasiswa. Suatu kelas yang baik biasanya menjadikan penyampaian lisan sebagai salah satu materi penilaian. Selama masa studinya, mahasiswa pasti akan melewati berbagai penyampaian lisan. Seperti dalam mempresentasikan usulan penelitian dan ujian akhir karya tulisnya. Dalam kehidupan ril di masyarakat, berbagai kegiatan dan jenis pekerjaan juga membutuhkan adanya penyampaian lisan. Tergantung dari jenis pekerjaannya, semua kegiatan manusia pasti akan memerlukan penyampaian lisan dalam taraf besar maupun kecil.
Pidato adalah  suatu kegiatan berbicara menyampaikan sesuatu hal di depan umum. Hal yang disampaikan itu dapat berupa pendapat, gambaran atau penjelasan tentang suatu hal. Pidato berfungsi untuk mempermudah komunikasi antara 2 pihak atau lebih. Setiap orang mempunyai potensi berpidato. Kemampuan berpidato ini bisa didapat dari latihan atau bahkan sememang bakat bawaan. Oleh karena itu, seseorang yang akan berpidato perlu mengetahui teknik dan tata cara berpidato.
Penyampaian lisan adalah salah satu bentuk dari komunikasi. Keterampilan berkomunikasi jelas harus dipelajari, karena komunikasi yang jelek akan menyebabkan pesan tidak dapat diterima dengan baik, bahkan mungkin gagal diterima oleh lawan bicara kita. Untuk itu, perlu diketahui berbagai hal tentang penyampaian lisan khususnya presentasi ilmiah dan pidato sebagai pengetahuan awal serta modal untuk melakukan penyampaian lisan yang baik dan benar.
Karena pentingnya skill menegenai pidato dan presentasi ilmiah tersebut, maka makalah ini penulis beri judul Tata Cara Pidato dan Presentasi Ilmiah.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian dan tujuan pidato?
2.      Bagaimana metode berpidato?
3.      Bagaimana tata cara berpidato?
4.      Bagaimana etika berpidato?
5.      Bagaimana menyiapkan pidato?
6.      Bagaimana kiat-kiat berpidato?
7.      Apakah pengertian dan tujuan presentasi ilmiah?
8.      Bagaimana tata cara presentasi ilmiah?
9.      Bagaimana etika presentasi ilmiah?
10.  Bagaimana menyiapkan presentasi ilmiah?
11.  Bagaimana teknik presentasi ilmiah yang baik dan benar?
12.  Bagaimana kiat-kiat presentasi ilmiah?


C.     Tujuan
1.      Memahami pengertian dan tujuan pidato.
2.      Menyampaikan  metode berpidato.
3.      Menyampaikan  tata cara berpidato.
4.      Menyampaikan etika berpidato.
5.      Mampu menyiapkan pidato.
6.      Menyampaikan  kiat-kiat berpidato.
7.      Memahami  pengertian dan tujuan  presentasi ilmiah.
8.      Menyampaikan  tata cara presentasi ilmiah.
9.      Menyampaikan etika presentasi ilmiah.
10.  Mampu meyiapkan presentasi ilmiah.
11.  Menyampaikan teknik presentasi ilmiah yang baik dan benar.
12.  Menyampaikan kiat-kiat presentasi ilmiah. 

BAB II
PEMBAHASAN MASALAH

A.     Pengertian dan Tujuan Pidato
Pidato adalah penyampaian gagasan, pikiran, informasi, dan tujuan dari pembicara kepada orang lain (audience) dengan cara lisan. Pidato juga bisa diartikan sebagai the art of persuasion, yaitu sebagai seni membujuk/mempengaruhi. Berpidato merupakan salah satu wujud kegiatan berbahasa lisan. Oleh karena itu, berpidato mementingkan ekspresi gagasan dan penalaran dengan menggunakan bahasa lisan yang didukung oleh aspek-aspek non kebahasaan (ekspresi wajah, kontak pandang, gerak tangan). Dengan demikian, berpidato adalah kegiatan menyampaikan gagasan secara lisan dengan menggunakan penalaran yang tepat serta memanfaatkan aspek-aspek non-kebahasaan yang dapat mendukung efisiensi dan efektivitas pengungkapan gagasan kepada orang banyak dalam suatu acara tertentu. Sementara itu, ada tiga tujuan penyajian suatu pidato, yaitu menyampaikan informasi (informatif), meyakinkan dan mempengaruhi sikap pendengar (persuasif), dan menghibur pendengar (rekreatif).
B.     Metode Berpidato
Ada empat metode berpidato yang umum, yaitu:
1.      Metode Naskah
Metode naskah yaitu pidato yang digunakan untuk pidato resmi dan dibacakan secara langsung. Cara demikian dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan, karena setiap kata yang diucapkan dalam situasi resmi, akan disebarluaskan dan dijadikan figur oleh masyarakat dan dikutup oleh media massa.
2.      Metode Menghafal
Metode menghafal yaitu naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya bukan untuk dibaca, melainkan untuk dihafal.
3.      Metode Spontanitas
Metode spontanitas yaitu metode pidato yang tidak dilakukan persiapan/pembuatan naskah tertulis terlebih dahulu. Biasanya dilakukan hanya oleh orang-orang yang akan tampil secara mendadak.
4.      Metode Penjabaran Kerangka
Teknik berpidato dengan menjabarkan materi pidato yang terpola secara lengkap adalah teknik yang sangat dianjurkan dalam berpidato. Maksud dari terpola yaitu materi yang akan disampaikan harus disiapkan garis-grais besar isinya dengan menuliskan hal-hal yang dianggap paling penting untuk disampaikan.

C.     Tata Cara Berpidato
Tata cara berpidato merujuk pada langkah-langkah dan urutan untuk memulai, mengembangkan, dan mengakhiri pidato. Langkah-langkah dan urutan berpidato secara umum diawali dengan pembukaan, sajian isi, dan penutup. Pembukaan biasanya berisi sapaan kepada pihak-pihak yang diundang atau yang hadir dalam suatu acara. Selanjutnya, sajian isi merupakan hasil penjabaran gagasan pokok yang akan disampaikan dalam pidato. Sebagai hasil penjabaran gagasan pokok, sajian isi perlu dirinci sesuai dengan waktu yang disediakan. Adapun penutup pidato berisi penegasan kembali gagasan pokok yang telah dipaparkan dan sajian isi. Selain itu, penutup juga berisi harapan dan ucapan terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam acara yang sedang berlangsung.
D.    Etika Berpidato
Etika berpidato merujuk pada nilai-nilai kepatutan yang perlu diperhatikan dan dijunjung tinggi ketika seseorang berpidato.
Etika berpidato merujuk pada nilai-nilai kepatutan yang perlu diperhatikan dan dijunjung ketika seseorang berpidato. Nilai-nilai yang petut diperhatikan adalah: 
1.         Tidak menyinggung perasaan orang lain
2.         Upaya menghargai dan membangun optimisme pendengar
3.         Sikap jujur dan terbuka
4.         Rasa empati dan persahabatan
Selain itu, ada pula etika berpidato menurut tempat berpidato, yaitu:
1. Etika berpidato di depan umum meliputi:
a. Mengenakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, rapi, bersih dan sopan
b. Tampil dengan bersahaja, sopan dan rendah hati
c. Menyisipkan beberapa humor segar dalam pidato
d. Gunakan kata-kata yang sopan, halus, dan sederhana
e. Sebagai kata penutup jangan lupa mengucapkan maaf bila terdapat tutur kata yang kurang berkenan dan lain-lain. 

2. Etika berpidato di depan pejabat:
a. Menghilangkan rasa rendah diri
b. Jangan tampil seolah-olah menggurui, sikap lebih tahu dan lain-lain
c. Jangan terlalu memberikan penghormatan yang berlebihan pada audience

3. Etika berpidato di depan pemuka agama:
a. Jangan mengeluarkan kata-kata yang bisa menyinggung umat beragama
b. Jangan ada nada merendahkan atau memuji agama tertentu
c. Perbanyak istilah-istilah keagamaan

4. Etika berpidato di depan Lawan Jenis
Bila pembicara seorang laki-laki, hati-hati jangan sampai menyinggung harkat dan martabat wanita,  menggunakan istilah-istilah yang tepat seperti ibu-ibu atau saudari sekalian, hindari kata-kata kasar, kurang senonoh dan kurang sopan.

5.   Etika berpidato di depan Pemuda/mahasiswa
Pidato harus mengutamakan penalaran yang berikaitan dengan dunia anak-anak muda; Jangan mengeluarkan kata-kata yang bersifat menentang; Jangan mengkritik dan menyalahkan anak-anak muda.

6.      Etika berpidato di depan masyarakat desa
Jangan berbohong; Gunakan kata-kata yang sopan dan sederhana, kapan perlu sisipkan beberapa istilah dalam bahasa stempat.


E.     Persiapan Pidato
Sebelum memberikan pidato di depan umum, ada baiknya untuk melakukan persiapan berikut ini :
1.               Menentukan maksud pidato
2.               Faham situasi dan latar belakang pendengar pidato secara umum
3.               Mengetahui lama waktu atau durasi pidato yang akan dibawakan
4.               Menyusun kata-kata yang mudah dipahami dan dimengerti
5.               Mengetahui jenis pidato dan tema acara
6.               Menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan pidato
7.               Melatih diri secara oral sebelum menyajikan pidato

F.      Kiat-kiat Berpidato
Beberapa hal penting berkaitan dengan pidato :
  1. Posisi berbicara
Seorang pembicara harus sedapat mungkin dilihat oleh semua audience. Kalau boleh tidak duduk, usahakan untuk berdiri, agar semua audience dapat menatap wajah dan penampilan pembicara.
  1.  Mengatur suara dalam berpidato
Usahakan mengeluarkan suara dengan jelas, tegas, dan nyaring dan sesuaikan dengan ruang pertemuan, apakah ruang kecil atau ruang aula yang luas dan besar.
  1. Volume, intonasi, dan pelafalan
Pada saat berpidato, usaha mengatur: volume suara, intonasi, dan pelafalan.
  1. Sisipkan humor yang sopan, segar dan relevan
  2. Gerak tubuh
Gerak tubuh seperti tangan, telapak tangan, jari, kepala, raut muka, dan lain-lain juga mendukung daya tarik dalam berpidato, namun jangan terlalu berlebihan, dan harus sesuai dengan apa yang sedang dibacarakan.
  1. Penggunaan alat-alat pelengkap
Bila ada mikropon, gunakanlah dengan sebaik-baiknya, dan jangan menempel di mulut, namun agak jauh dari mulut pada saat berbicara agar suaranya bagus; dan bila ada slide( berupa OHP dan LCD), alat peraga, papan tulis, sangat efektif untuk menunjang kegiatan saat berpidato.
Selain itu perlu pula dilakukan latihan berbicara dimuka umum, seperti :
a. Membuka suasana seperti mengucapkan terima kasih
b. Latihan gerak tubuh
c. Mimik muka
d. Intonasi suara
e. Artikulasi kalimat
f. Menyegarkan suasana
g. Bentuk-bentuk penegasan
h. Berikan pesan terakhir
i. Mencari umpan balik
j. Penutupan seperti meminta pendengar melakukan sesuatu yang berkaitan dengan presentasi ilmiah.
G.    Pengertian dan Tujuan Presentasi Ilmiah
Morrisey & Sechrest mendeskripsikan bahwa presentasi melibatkan penyiapan dan penyampaian suatu pokok bahasan kritis dalam bentuk yang logis dan ringkas, sehingga menghasilkan komunikasi yang efektif. Sedangkan Robert M. French mengatakan bahwa “You are a scientist or you wouldn’t be giving the talk”. Pandangan itu bisa dijadikan dasar untuk mendefinisikan presentasi ilmiah. Dari segi pelaku, yang memberikan presentasi ilmiah adalah seorang ilmuwan. Informasi yang disampaikan tentu adalah yang bersifat ilmiah. Untuk dapat memahami dengan baik informasi yang disampaikan, yang hadir pun mestinya adalah khalayak ilmiah (Gafura, 2009).
Presentasi ilmiah merupakan kegiatan yang lazim dilakukan dalam dunia ilmiah. Kegiatan itu berfungsi untuk menyebarkan informasi ilmiah. Karena mahasiswa merupakan intelektual yang berkewajiban menyebarkan ilmu yang dimilikinya, kemahiran untuk melakukan presentasi ilmiah merupakan suatu kebutuhan.
Berdasarkan uraian diatas maka presentasi dapat didefinisikan sebagai kegiatan berbicara di hadapan publik untuk mengkomunikasikan secara efektif suatu pokok bahasan yang merupakan informasi mengenai suatu gagasan atau objek. Sedangkan presentsi ilmiah adalah presentasi yang disampaikan oleh seorang ilmuwan mengenai suatu gagasan atau objek ilmiah di hadapan khalayak ilmiah.
Tujuan  dari presentasi bermacam-macam, misalnya untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar dan peneliti), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu).
Secara umum tujuan presentasi adalah :
1.      Edukasi atau pendidikan
2.      Memberikan Informasi
3.      Persuasi atau mempengaruhi

H.    Tata Cara Presentasi Ilmiah
Presentasi ilmiah akan berhasil jika penyaji menaati tata cara yang lazim. Adapun tata cara presentasi ilmiah adalah sebagai berikut:
1.      Penyaji perlu memberi informasi kepada peserta secara memadai
Informasi tersebut akan dipahami dengan baik jika peserta memperoleh bahan tertulis, baik bahan lengkap maupun bahasan presentasi powerpoint. Jika diperlukan, bahan dapat dilengkapi dengan ilustrasi yang relevan. Apabila bahan ditayangkan, harus dipastikan bahwa semua peserta dapat melihat layar dan dapat membaca tulisan yang disajikan.
2.      Penyaji menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia
Untuk itu, penyaji perlu merencanakan penggunaan waktu dan menaati panduan yang diberikan oleh moderator.
3.      Penyaji menaati etika yang berlaku di forum ilmiah
Hal itu karena forum ilmiah merupakan wahana bagi ilmuwan dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu saling asah otak dan hati serta bertukar berbagai informasi akademik, baik sebagai hasil pemikiran maupun hasil penelitian. Dalam forum tersebut ada beberapa peran yang dimainkan oleh aktor yang berbeda, yakni penyaji, pemandu (moderator), notulis, peserta, dan teknisi. Semua pihak wajib melakukan tugasnya dan menjaga agar jalannya presentasi ilmiah dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan.

I.       Etika Presentasi Ilmiah
Etika berkaitan dengan keyakinan dan prinsip mengenai mana yang benar dan mana yang salah serta mana yang patut dan mana yang tidak patut. Satu nilai yang harus dipegang dalam menjaga etika adalah “menjaga perilaku agar tidak merugikan orang lain”. Kerugian mencakup hak atau kesempatan, kehilangan muka, dan tersinggung perasaannya. Hak dalam forum ilmiah meliputi hak berbicara, hak membela dan mempertahankan pendapatnya, serta hak untuk mendapatkan pengakuan. Kehilangan muka dapat terjadi apabila aib atau kekurangan diungkapkan secara vulgar. Sementara itu, apabila seseorang telah melakukan sesuatu yang sangat berharga, ia mempunyai hak untuk mendapatkan pengakuan. Etika dalam forum ilmiah harus dijaga agar tujuan forum dapat tercapai dengan baik.
Hal lain yang perlu diperhatikan oleh penyaji dalam etika adalah kejujuran. Dalam dunia ilmiah, kejujuran merupakan butir etis terpenting. Setiap orang wajib bersikap sangat terbuka dalam segala hal menyangkut informasi yang disajikan. Jika menyajikan data, penyaji harus secara jujur menyebutkan apakah data itu hasil penelitiannya ataukah diambil dari sumber lain. Jika diambil dari sumber lain, harus disebutkan secara lengkap sesuai dengan kelaziman dunia ilmiah. 
Adapun etika yang harus dijaga oleh peserta antara lain adalah sebagai berikut. Pertama, setiap peserta harus jujur pada diri sendiri. Artinya, dia akan bertanya jika memang tidak tahu, akan mencari klarifikasi apabila masih bingung atau belum yakin, akan mengecek apakah pemahamannya sudah benar ataukah belum, dsb. Selain itu, setiap peserta wajib menghargai pendapat/gagasan orang lain dan hal ini mensyaratkan bahwa dia wajib menyimak apabila ada orang yang berbicara (atau bertanya). Misalnya, ketika orang lain telah mengusulkan gagasan, dia tidak akan berbicara seolah-olah dialah pengusul pertama gagasan tersebut. Ketika pertanyaan telah diajukan oleh peserta lain, dia tidak akan mengulangi pertanyaan itu. Ketika peserta lain telah menyatakan sesuatu dan dia menyetujuinya, dia dapat mengungkapkan dukungannya.
Dalam presentasi ilmiah terdapat lima peran penting agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik. Masing-masing peran tersebut memiliki etika dalam menjalankan fungsinya masing-masing. Berikut etika dalam presentasi ilmiah berdasarkan perannya masing-masing:
a. Etika penyaji
1) Penyaji perlu memberikan informasi secara memadai kepada peserta
2) Penyaji menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia
3) Penyaji menaati etika presentasi :
a) Menjaga perilaku agar tidak merugikan orang lain
b) Kerugian berupa hak dan kesempatan berbicara, tersinggung, atau kehilangan harga diri
c) Mengutamakan kejujuran
b. Etika peserta
1) Peserta menjadi penyimak yang baik
2) Peserta mengungkapkan apresiasi positif terhadap penyaji
3) Peserta tidak meninggalkan forum sebelum jawaban disampaikan
4) Jika akan meninggalkan forum, peserta meminta izin kepada moderator/penyelenggara

c. Etika Moderator
1) Adil
2) Taat jadwal

d. Etika Notulen
1) Mencatat dengan rapi dan teliti semua hal yang terungkap dalam forum
2) Meringkas hasil catatan dan disebarkan kepada forum

e. Etika Teknisi
1) Memastikan bahwa peralatan teknologi bekerja dengan baik
2) Mengontrol peralatan selama presentasi

J.       Persiapan Presentasi Ilmiah
Dalam menyiapkan presentasi, langkah-langkah yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut
1.      Tentukan butir-butir terpenting bahan yang dibahas. Penyebutan butir hendaknya tidak boleh terlalu singkat, tetapi juga tidak boleh terlalu elabratif karena elaborasi akan dilakukan secara lisan oleh penyaji.
2.      Atur butir-butir tersebut agar alur penyajian runtut dan runut (koheren dan kohesif).
3.      Kerangka pikir perlu diungkapkan/disajikan dalam diagram atau bagan alir untuk menunjukkan alur penalarannya.
4.      Tuliskan semuanya dalam bingkai power point dengan ukuran huruf atau gambar yang memadai.
5.      Pilih rancangan slide yang cocok (ingat, kontras warna dan animasi sangat penting. Namun, jangan sampai bahwa terjadi dekorasi lebih menarik daripada butir bahasan).
6.      Uji coba tayang untuk memastikan bahwa semua bahan yang disajikan dalam slide dapat terbaca oleh peserta dalam ruangan yang tersedia.
7.      Cetak bahan dalam slide tersebut untuk digunakan sebagai pegangan dalam penyajian.

Faktor penting dalam presentasi adalah keseluruhan ide yang disampaikan harus dapat difahami oleh pendengar. Dalam presentasi, sangat penting bahwa ide yang disampaikan dapat difahami secara keseluruhan oleh pendengar. Untuk itu, saat menyiapkan slide, pada bagian awal jelaskan item-item apa saja yang akan dibahas. Selanjutnya jelaskan secara detail masing-masing item tersebut. Hal yang sama dilakukan juga saat menjelaskan tiap item/sub bahasan.

Jenis-Jenis Alat Bantu/Media dalam Presentasi

1.      Charts
2.      Video dan Film
3.      contoh
4.      Handouts
5.      Kartun, poster
6.      Studi kasus
7.      Demonstrasi
8.      Ilustrasi, diagram, peta
9.      Slides
10.  Replika
11.  Manual, famplet, buletin
12.  Fotograpi, teksbuk
13.   Cerita karakteristik


K.    Teknik Presentasi Yang Baik dan Benar
Teknik presentasi adalah kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap orang yang ingin sukses pada masa ini. Cara presentasi ide ternyata punya efek yang tidak kalah besarnya dibanding isi presentasinya. Bahkan seringkali materi yang sebenarnya sangat bagus namun dibawakan dengan cara presentasi yang biasa-biasa saja atau malah cenderung buruk bisa kehilangan kekuatannya. Berikut merupakan beberapa teknik dalam presentasi :
1.      Melakukan persiapan. Antara lain, bahan presentasi, bahan yang akan dibagikan (jika ada), peralatan seperti laptop atau infokus dan mempersiapkan mental. Jika semua kondisinya baik dan aman maka bisa membuat kita akan lebih percaya diri.
2.      Materi presentasi. Bedakan antara materi yang akan dipresentasikan dengan proposal yang akan diberikan, karena pada saat presentasi kita menjelaskan point-point nya saja dan tidak perlu secara keseluruhan untuk dibahas karena akan menghabiskan waktu dan membuat audience merasa bosan.
3.      Pada saat presentasi.
a.       Usahakan datang lebih awal dari waktu yang ditentukan, jangan terlambat.
b.      Gunakan waktu seefisien mungkin.
c.       Gunakan pakaian yang sopan tentunya
d.      Kenali audience atau peserta yang hadir, sehingga kita bisa lebih akrab dengan menyebut namanya dan tahu jabatannya.
e.       Bagi pandangan ke kita ke semua audience dan perbanyak komposisi pandangan kita kepada orang yang paling berpengaruh atau pengambil keputusan, seperti CEO atau salah satu pimpinan dari yang hadir.
f.       Sebisa mungkin untuk tidak membicarakan hal yang tidak penting dan yang audience tidak mau dengar.
g.      Berbicaralah dengan lugas dan sopan
h.      Atur intonasi suara, jangan kebesaran dan juga jangan kekecilan
i.        Jangan banyak bergerak, karena akan mengganggu konsentrasi peserta
j.         Munculkan beberapa joke untuk mencairkan suasana yang kaku atau membosankan tapi jangan berlebihan.
k.      Anggap saja audience tidak mengerti mengenai materi yang akan disampaikan, jadi bersikaplah dengan mengundang simpati dan rasa kagum para audience karena pengetahuan kita, tapi hindari kesan menggurui
l.        Pada saat tanya jawab, catat pertanyaan dan jawablah dengan lugas.

L.     Kiat-kiat Presentasi  Ilmiah
Berikut ini cara-cara melakukan presentasi yang baik dan benar :
1.      Kuasai isi materi
Pada saat presentasi, sebaiknya diminimalkan melihat kertas karena hal tersebut dapat membuat orang lain berpikir presenter tidak terlalu menguasai materi. Salah satu cara menyiasati hal tersebut dengan cara menguasai betul materi.
2.      Pakai kalimat sederhana
Aplikasi PowerPoint bukanlah aplikasi pengolah kata layaknya Microsoft Word, untuk itu, pakai kalimat yang jelas dan seperlunya saja. Jangan pula menjejalkan terlalu banyak informasi dalam satu slide PowerPoint karena audience mungkin akan kebingungan.
3.      Gambar bermakna ribuan kata
Pakai gambar atau ilustrasi yang benar-benar menarik di PowerPoint untuk menjelaskan presentasi, sehingga audiens mau menyimak dan mudah memahaminya. Namun jangan sampai pula resolusi gambar pecah sehingga tampak menganggu
4.      Konten alam presentasi sangat penting
Pastikan konten yang diasukkan dalam presentasi memang berguna bagi audience. Jangan pula terlalu banyak menggunakan animasi atau efek-efek khusus karena selain bisa membosankan, hal ini bahkan bisa mengakibatkan presentasi dianggap tidak serius.
5.      Berlatihlah sebelum  melakukan presentasi
Semalam atau beberapa hari menjelang hari presentasi, ada baiknya berlatih di depan teman-teman  atau berlatih di depan cermin. Cara tersebut dapat menaikan rasa percaya diri  dan juga dapat menghilangkan rasa canggung berbicara di depan banyak orang.
6.      Kuasai peralatan presentasi
Jika terlihat canggung menggunakan peralatan  sendiri berarti harus bersiap mendapat pandangan pertama yang buruk dari peserta presentasi. Kuasai proyektor, laptop, mouse, atau pointer yang akan digunakan.
7.      Berceritalah saat presentasi
Jangan hanya membacakan poin presentasi secara monoton. Berceritalah, ilustrasikan konten di PowerPoint , misalnya dengan pengalaman hidup sehari-hari sehingga audience dapat mencerna maksudnya dengan baik.
8.      Kontak mata
Jangan melupakan hal ini. Sebaiknya  tidak terus menerus melihat kearah slide. Dengan terus melihat ke arah penonton, diharapkan presenter seperti berbicara dua arah. Selingi dengan lelucon, pertanyaan spontan ke arah penonton. Lakukan hal tersebut agar peserta tidak bosan. Selain itu, selingi slide dengan musik, video, atau animasi secukupnya
9.      Jangan lupa simpan  materi
Hal ni penting karena apabila presenter lupak untuk menyimpan materi, kemungkinan besar presenter dapat tegang saat itu juga dan semua materi yang ada di kepala akan hilang. Oleh karena itu, simpan materi presentasi di media penyimpanan yang mudah diingat.
Selain itu, dibawah ini terdapat berbagai tips menjadi seorang presenter super dalam presentasi ilmiah (Susi Sundiasih, 2009)
1. Antusias, menampilkan semangat hidup diri
2. Berwibawa, menggerakkan orang untuk melakukan sesuatu
3. Positif, melihat peluang dalam setiap saat
4. Supel, mudah menjalin hubungan dengan peserta
5. Humoris, berhati lapang, tetap mengikuti irama
6. Kreatif, menemukan banyak cara
7. Fasih, berkomunikasi dengan jelas, fasih dan benar
8. Tulus, memiliki niat dan motivasi positif
9. Interaktif, hubungan pembicara peserta hidup
10. Mampu memotivasi, mengairahkan pendengar, membangun harapan 


BAB III
SIMPULAN DAN PENUTUP

A.    Simpulan
1.      Berpidato adalah kegiatan menyampaikan gagasan secara lisan dengan menggunakan penalaran yang tepat serta memanfaatkan aspek-aspek non-kebahasaan yang dapat mendukung efisiensi dan efektivitas pengungkapan gagasan kepada orang banyak dalam suatu acara tertentu.
2.      Tujuan berpidato adalah mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela, memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain dan membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan.
3.      Tata cara berpidato yaitu terdiri dari pembukaan, isi dan penutup
4.      Etika berpidato yaitu  idak menyinggung perasaan orang lain, menghargai dan membangun optimisme pendengarnya, memiliki sifat jujur dan terbuka serta rasa empati dan persahabatan.
5.      Presentsi ilmiah adalah presentasi yang disampaikan oleh seorang ilmuwan mengenai suatu gagasan atau objek ilmiah di hadapan khalayak ilmiah.
6.      Tata cara presentasi ilmiah yaitu memberi informasi kepada peserta secara memadai, menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia, menaati etika yang berlaku di forum ilmiah.
7.      Etika dalam presentasi ilmiah terbagi atas etika penyaji, etika moderator, etika notulen, etika peserta dan etika teknisi.
8.      Penyiapan bahan presentasi ilmiah terdiri dari manuver dalam memvariasi teknik penyajian bahan, menghemat waktu karena dapat mengoreksi bahan sewaktu-waktu diperlukan, memberikan penekanan pada butir permasalahan yang dikehendaki secara menarik, membawa bahan dalam bentuk flashdisk, meringkas bahan presentasi dan peserta dapat langsung menyalin file yang dibutuhkan.
9.      Dua hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan presentasi ilmiah adalah mengurangi gangguan komunikasi secara antisipatif dan memaksimalkan efektivitas dalam proses presentasi.
10.  Kiat presentasi ilmiah adalah menarik minat peserta, mengarahkan perhatian peserta, mempertahankan perhatian peserta, menjaga agar presentasi tetap fokus pada masalah yang dibahas dan menjaga etika.

B.     Penutup
Demikian makalah ini penulis sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Lampiran 1
Soal
1.      Penyampaian gagasan, pikiran, informasi, dan tujuan dari pembicara kepada orang lain (audience) dengan cara lisan. Pernyataan tersebut merupakan definisi dari…
a.       Pidato
b.      Demo
c.       Teater
d.      Narasi
e.       Menyanyi

2.      Yang bukan merupakan metode berpidato adalah…
a.       Metode naskah
b.      Metode menghafal
c.       Metode spontanitas
d.      Metode penjabaran kerangka
e.       Metode teksbook

3.      Memperhatikan posisi berbicara. Mengatur suara, intonasi dan pelafalan dalam berpidato. Menyisipkan humor dan gerak tubuh serta penggunaan alat-alat pelengkap adalah …
a.       Kriteria pidato
b.      Tata cara pidato
c.       Etika pidato
d.      Kiat-kiat berpidato
e.       Persiapan pidato

4.      Berikut adalah etika dalam presentasi ilmiah berdasarkan peran masing-masing, kecuali…
a.       Etika penyaji
b.      Etika pendengar
c.       Etika notulen
d.      Etika moderator
e.       Etika peserta

5.      Beberapa tips menjadi presenter super dalam presentasi ilmiah antara lain…
a.       Antusias-berwibawa-tebar pesona
b.      Berwibawa-kreatif-sombong
c.       humoris-kreatif-tidak peduli
d.      supel-fasih-pemalu
e.       berwibawa-kreatif-interaktif
B.

1.Sebutkan langkah-langkah dalam persiapan presentasi ilmiah! 

Lampiran 2
Jawaban :
KUNCI JAWABAN
A.
1.      A
2.      E
3.      D
4.      B
5.      E

B.
1.Langkah-langkah dalam persiapan presentasi ilmiah meliputi:
a.       Menentukan butir-butir terpenting bahan yang di bahas
b.      Mengatur butri-butir tersebut agar alur penyajian runtut dan runut (koheren dan kohesif)
c.       Tuliskan semuanya dalam bingkai power point dengan ukuran huruf atau gambar yang memadai
d.      Pilih rancangan slide yang cocok
e.       Uji coba tayang
f.       Cetak bahan dalam slide tersebut untuk digunakan sebagai pegangan dalam penyajian.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar