Sabtu, 14 Desember 2013

Ngamen-preneur Dipilih Mahasiswa Sebagai Sumber Dana


Seperti kemarin sempet aku bilang, kali ini akan coba dibahas tentang maraknya mahasiswa yang mencari sumber dana untuk kegiatannya dengan cara mengamen. Dari mulai mahasiswa baru (maba) sampai yang mau KKN. Seakan-akan mengamen adalah solusi dari permasalahan dana mereka.

Memang, mencari dana untuk sebuah kegiatan atau program lainnya tidak bisa disepelekan. Namun ada orang yang sempat menyampaikan bahwa dana bukanlah segala-galanya. Mahasiswa dikenal sebagai manusia cerdas, bahkan dengan pemikirannya mereka mampu membuat perubahan. Namun kemudian, bagaimana bisa hal tersebut bertolak belakang dengan sebagian mahasiswa yang lainnya. Ya, mahasiswa ngamen. Sementara kita tau, ketika sedang beistirahat dengan santainya, menikmati makan siang, makan malam, mengobrol, tiba-tiba terdengar suara pengamen dengan macam perkusi andalannya, sangat mengganggu bukan, apalagi ditambah dengan hal berikut :
1. di tempat itu sangat ramai, ada musik yang sengaja diputar untuk konsumen
2. pengamen  bergantian dalam jangka waktu yang dekat
3. Pengamen tiba tiba menggunjrengkan perkusinya, wajah lusuhnya setengah mabuk, suara parau, serta bau alkohol
4. Pengamen belum berhenti bernyanyi sebelum diberi uang
5. Banyak dari mereka yang memaksa
6. Datang tak diundang, pulang begitu aja

Oke, itu terkesan memojokkan mereka. Hal-hal tersebut didapatkan bukan hasil dari rabaan semata, tapi berdasarkan pengalaman dan pengamatan di lapangan. #asik. kemudian jika ditinjau kembali, mereka yang menjadi pengamen adalah mereka yang masih termasuk usia produktif  alias bukan lansia. Berarti sebenarnya masih banyak pilihan lain, jika mereka berusaha. Yang menjadi pertanyaan adalah “apakah saking minimnya lapangan pekerjaan di tanah subur ini?”

Sekarang yang menarik adalah berbondongnya para mahasiswa untuk menjadi bagian dari pengamen. Oke, itu terlalu ekstrim. Katakanlah mahasiswa itu meniru cara pengamen untuk mendapatkan materi. Mungkin beberapa dari kalian pernah melihat atau justru menjadi salah satu dari mereka. Dilihat dari mata saya yang belum berkacamata, itu hal yang menggambarkan gak mahasiswa banget. Secara, mahasiswa ditempatkan sebagai manusia paling intelek ditataran masyarakat. Mahasiswa yang katanya iron stock, agen of change, social control apalah itu, tiba-tiba mengatasi permasalahan materi dengan cara yang amat sangat sangat sangat instan. Tidak bisa disalahkan jika itu menjadi salah satu solusi, namun menurutku, jadikan itu sebagai pilihan terakhir dari 100 ide yang kalian punya.
Lanjut lagi,
Kita coba analisis pandangan positif dan negatif dari mahasiswa ngamen tadi :
Pandangan positif :
1.      Melatih mental
2.      Sarana mengasah bakat bernyanyi
3.      Bersenang-senang, kekompakan, melepas penat
4.      Sehat-----jalan kaki
5.      Cara instan mendapat uang

Pandangan negatif
1.      Merusak paradigma masyarakat menganai kedudukan mahasiswa (misalnya ketika pengamen mahasiswa terkena razia oleh polisi)
2.      Memanjakan mahasiswa dengan pemikiran instan
3.      Gak mendatangkan manfaat untuk khalayak
4.      Gak preneur banget
5.      Semakin melestarikan “komunitas tangan dibawah”
6.      Mengganggu privasi orang, ketenangan,
7.      Semakin menyurutkan fungsi mahasiswa untuk masyarakat

Dengan melihat pandangan-pandangan diatas, semoga membuka mata, hati, pikiran kita sebagai mahasiswa untuk bisa seimbang antara pemenuhan kebutuhan dan pemenuhan kewajiban.

#InggritAmedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar